oleh Nurrohmah Hidayah
Sumber: Gambar diambil oleh Fifin Rokhimatun
Pada hari Rabu tanggal 12 Maret 2014, telah diadakan kuliah umum Muslim’ Show go Indonesia 16 Maret 2014 di Ruang Treatikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Mizan pullising house berkerjasama dengan Jurusan Ilmu Perpustakaan S1 Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakara dan Perputakaan UIN Sunan Kalijaga. Acara ini merupakan rangkaian dari peluncuran dua jilid komik yang diterbitkan oleh Mizan pulishing house dengan judul Muslim Show dan Ramadhan Ala Muslim Show selama 10 hari, mulai dari tanggal 6-16 Maret 2014 di tiga kota yaitu Jakarta, Bandung dan Yogyakarta yang mendatangkan trio komikus serial "The Muslim Show" yang berasal dari Prancis. Mereka adalah Noredine Allam, Greg Blondin, dan Karim Allam, pencipta serial komik, yang sangat populer di Indonesia melalui jejaring sosial Facebook.Kuliah umum ini lebih membahas mengenai proses pembuatan dan filosofi Komik The Muslim Show. Awalnya komik ini hanya ditampilkan lewat facebook kemudian berkembang menjadi sebuah komik dan film animasi. Topik yang diangkat dalam pembuatan komik muslim show kebanyakan diambil dari kehidupan Muslim di Barat yang disesuaikan dengan ajaran Islam. Ketiga komikus dalam pembuatan komik ini mempunyai peran masing-masing, yaitu Noredine Allam sebagai pencetus ide, Greg Blondin sebagai illustrator, dan sebagai Karim Allam pewarna. Banyak filosofi yang ditampilkan dalam pembuatan komik ini, ide-ide yang dimuat mengandung filosofi mendalam mengenai ajaran Islam. Noredine menyatakan bahwa dalam membuat komik ini ia mengunakan simbol-simbol yang dipikirkan secara sungguh-sungguh, contohnya mengenai Insterpretasi mimpi. Menurut Noredine Interpretasi mimpi dapat diambil dari ajaran Islam. Nabi Muhammad yang mengajarkan bahwa mimpi mempunyai simbol yang sangat penting, baik simbol kebaikan maupun keburukan. Sehingga ia menganalisis hal itu dengan berkeliling dunia untuk mewujudkan mimpi-mimpinya untuk kepentingan berdakwah.
Para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi lebih jauh mengenai komik Muslim Show. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan seputar kehidupan masyarakat di Eropa, teroris, tanggapan masyarakat diperancis mengenai komik Muslim Show dan cara berdakwah. Dalam menanggapi pertanyaaan peserta kuliah umum, Noerdine dengan senang hati menjelaskannya karena ia tidak bisa bicara banyak namun lebih suka tanya jawab. Dalam kesempatan diskusi dengan peserta hanya sebagian saja beberapa pertanyaan yang dapat dijawab oleh Noerdine, salah satunya menanggapi pertanyaan mengenai Anti muslim di Eropa. Noerdine menyatakan sebetulnya masyarakat Islam dan masyarakat non islam di Eropa hidup berdampingan, masalahnya hanya karena pemerintah, perdana menteri, media masa yang terkenal menyerang agama Islam. Namun Ia berharap suatu saat nanti itu semua akan berakhir.
Banyak pesan yang dapat diambil dari kuliah umum Muslim’ Show diantaranya pesan berdakwah. Sebagai umat Muslim bisa berdakwah melalui berbagai macam, salah satunya komik. Dengan komik itu dapat menjadikan sebuah kekuatan besar untuk berdakwah walaupun hanya berupa lembaran-lembaran kecil tetapi dapat menampilkan berbagai ekspresi yang bermakna. Dalam berdakwah penampilan juga sangat penting, karena itu berdakwalah yang baik dan sopan.
Acara ini diakhiri dengan adanya foto-foto bareng, tanda tangan bersama 3 komikus, berpemberian doorprize, dan penutup. Tidak hanya itu, seluruh peserta juga memperoleh sertifikat partisipasi, dan membawa pulang seruling bambu. Akhir kata, kuliah umum Muslim Show adalah sebuah acara yang sangat positif dan berguna untuk umat muslim yang ingin berdakwah.
#MuslimShow #IDKS
Sebagai calon pustakawan menambah wawasan mengenai variasi komik yang harus disajikan di perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan pengguna...